3.Serangan Virus

Karakter:

·         Serangan virus menyebabkan perubahan bentuk, warna, dan ukuran tanaman. Sekali terserang virus tanaman akan selamanya sakit. Tidak ada obat yang bisa mengendalikan virus. Pengobatan ini hanya bersifat pencegahan agar tidak menular ke tanaman lain.

·         Penularan virus bisa melalui vector serangga, cendwan, benih, atau bahan pembiakan vegetatif.

Gejala:

·         Daun menunjukan bentuk (mengeriting, kerdil dan rontok) dan warna (daun bergaris kuning serta muncul bersak-cak bulat berwarna hitam di bawah permukaan daun).

JIka virus sudah menjalar ke bagian bunga, maka akan tampak bercak-cak berwarna di sepal dann petal bunga, warna memudar, ukuran mengecil, dan mudah rontok.

Pengendalian:

·         Jaga kebersihan lingkungan, termasuk pekerja dan alat alat berkebun.
Virus bisa menyebar melalui alat bekas memangkas tanaman sakit.

·         Kendalikan hewan vector, seperti kutu daun dengan inteksida.

·         Semprot tanaman dengan pestisida dengan bahan aktif berbeda secara berseling-seling. Tujuannya untuk mencegah hama menjadi kebal. Penyemprotan dilakukan dengan nosel yang benar. Pakai nosel dengan daya pancar kerucut. Ini bisa dilakukan denagn memutar nosel di ujung sprayer kea rah kiri. Dengan bentuk kerucut itu, larutan pestisida menyebar dalam bentuk butiran sangat halus dan bisa masuk ke sela-sela daun tanaman sampai ke cela-cela dinding. Butiran halus itu jauh lebih efektif di bandingkan butiran besar, yang ditandai dengan terlalu basanya daun. Daun tidak perlu basah kuyup oleh pestisida. Penelitian membuktikan, 70 butiran/cm sudah sangat efektif melakukan ataupun merusak. Penyemprotan dilakukan kedaun dan bunga.