2.Penyakit
Pada musim hujan, penyakit adalah musuh utama adenium. Mengapa?? saat itu lingkungan amat lembab, kondisi yang disukai penyakit untuk berkembang biak. Contohnya phomopsis. Penyakit yang disebabkan oleh jamur itu,mampu membuat tanaman jadi gundul. Ada 3 golongan besar penyakit. Yakni yang menyebabkan layu, busuk, dan bercak. Biang keroknya adalah cendawan, bakteri dan virus.
Berikut penyakit yang menyerang Andenium:
a. Phomopsis
Karakter:
· Disebabakan oleh organisme jamur.
· Menyerang permukaan daun yang cekung.
Gejala:
· Muncul bintik-bintik coklat di permukaan daun. Semakin lama bintik semakin melebar dann daun menguning, dan akhirnya rontok.
Pengendalian:
· Musnahkan segera daun yang sudah terkena gejala.
Hindari penyiraman langsung pada tanaman. Jika ingin menyiram langsung pada daun, lakukan pada pagi hari saat sinar matahari penuh sehingga permukaan daun segera mengering.
· Jaga kebersihan lingkungan terutama pada musim hujan. Segera singkirkan daun dan bunga yang sudah rontok, jangan biarkan menumpuk dan melapuk disekitar tanaman.
· Pengendalian kimiawi gunakan: fungsida berbahan aktif mankozeb, klorotalonil, dann kaptan seperti Manzate danconil, dan ortohicide dosis 1gr/liter air.
b. Busuk Pangkal batang (caudex rot)
Karakter:
· Disebabkan oleh bakteri erwina sp.
· Pada awal serangan batang akan berwarna kekuningan, lama kelamaan menjadi coklat tua dan busuk.
Gejala:
· Batang berubah warna menjadi coklat atau hitam dan mengeluarkan bau tak sedap.
Pengendalian:
· Pengendalian mekanis: Jika bagian tanaman yang terkena masih terbatas dan bisa diatasi dengan mencabut tanaman dan memotong bagian yang terkena. Lebihkan 5-10 cm di atas area yang busuk. Watu putih mengatasi penyakit itu dengan menyemprotkan biosentri dengan dosis anjuran. Lakukan 2-3 hari masing-masing sekali. Bisa pula dikombinasi dengan fungsida untuk mencegah perkembangan jamur. Setelah itu tanaman di gantung dan diangin anginkan selama 2 minggu – 1 bulan.
c. Busuk Akar
Karakter:
· Disebabkan oleh nematode.
Gejala:
· Gejala hampir mirip dengan busuk pangkal batang oleh bakteri. Sepintas batang terlihat sehat, tapi jika dipegang terasa lunak. Kulit batang mengeriput karena jaringan tanaman diserang. Nematode pertama kali menyerang bagian akar.
· Lama kelaman daun akan menguning dan gugur.
Pengendalian:
· Gunakan insektisida atau nematisida berbentuk butiran seperti furudan 3G untuk pencegahan.
· Jika akar sudah terlanjur terserang, buanglah semua kar serabut dan bagian yang membusuk. Rendam akar hingga pangkal akar selama ½ jam di larutan nematisida. Lalu angkat dan angina-anginkan dengan cara digantung. Satu hingga dua minggu kemudian, tanam di media baru. Jika serangan di pangkal batang sudah parah, potong puncuknya untuk disambung lagi ke batang baru.
d. Rebah Bibit (Seedling damp off)
Karakter:
· Disebabkan oleh cendawan Rhizotonia sp.
· Cendawan menyerang bibit yang baru pindah tanam dari persemaian.
· Pathogen menyebar melalui tanah dan air yang terkontaminasi.
· Patagon dapat hidup dan bertahan lama di dalam tanah.
Gejala:
· Serangan pada Pangkal batang Adenium yang baru berkecambah sehingga menyebakan tanaman rebah.
· Selain disebabkamn oleh cendawan, rebah bibit juga bisa terjadim akibat ketidak hati-hatian saat pemindahan bibit. Untuk mencegahnya tempatkan bibit secara tunggal dalam pot berukuran agar besar sehingga pemindahan bisa dilakukan saat bibit sudah kuat.
Pengendalian:
o Bibit sakit sebaiknya segera dibuang dan dibakar agar tidak menjadi sumber inokulum.
o Jika belum parah, kumpulkan semua tanaman sakit lalu semprotkan fungsida dengan frekuensi 1-2 minggu sekali.
e. Fusarium (layu pucuk)
Karakter:
· Disebabkan oleh cendawan.
· Menyerang pucuk tanaman.
· Penyebaran berlangsung sangat cepat.
Gejala:
· Pucuk tanaman membusuk tetapi tidak berbau jika dicium.
Pengendalian:
· Pengendalian mekanis: karena sifat penyebarannya yang sangat cepat dianjurkan untuk memangkas bagian yang terkena. Oleskan fungisida pada luka potongan.
· Pengendalian kimia: dengan aplikasi fungsida berbahan aktif mankozeb, klorotalonil dan kaptan seperti manzate, deconil, dan orthocide.