Perawatan
Air sangatlah mutlak bagi kehidupan Tanaman Hias Caladium. Di habitat aslinya, keladi hidup didaerah yang selalu lembab tetapi terang. Karenanya kita harus menyiram media tanam keladi satu kali sehari, hingga benar-benar basah. Meskipun kebutuhan akan air cukup banyak, air juga bisa menjadi dilema tersendiri. keladi yang disiram air secara berlebihan akan menyebabkan umbinya busuk dan daunnya layu. Tetapi jika kekurangan air, maka keladi bisa mati suri (Dorman).
Banyak yang berpendapat, agar keladi tidak mati suri (dorman), sebaiknya dasar pot direndam dengan air. Pendapat tersebut tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. karena selain genangan air dapat menjadi tempat perkembang-biakan nyamuk, juga dapat mengakibatkan umbi keladi membusuk, sehingga pembentukan anakan jadi terganggu.
Penanganan Hama & Penyakit
HAMA Walaupun dapat dikatakan tanaman yang bandel dan mudah tumbuh (asalkan persyaratan media tanam dan lokasi penanamannya sesuai), bukan berarti Tanaman Hias keladi tidak memiliki musuh. Hama yang paling sering dijumpai dapat merusak daun keladi adalah Belalang dan ulat daun.
Tanda pada Caladium yang terserang hama belalang adalah terdapat banyak lubang lubang kecil di tepian daun. Adapun hama ulat daun akan meninggalkan jejak berupa habisnya sebagian atau bahkan seluruh bagian daun, hingga hanya tersisa tangkai daunnya saja.
Belalang dapat dengan mudah terlihat, karena sering bertengger di ujung atau di balik daun. berbeda dengan ulat daun yang biasa menempel di balik daun, atau pada tangkai daun, bila kita kurang teliti, akan sulit mengenalinya.
Ulat daun tersebut berbentuk seperti pipa kecil dan licin/ badannya mengkilat tanpa bulu, serta memiliki sungut berwarna gelap pada bagian ekornya. Hati-hati, jika kulit kita terkena sungut tersebut, akan terasa perih dan gatal. Warna badan ulat daun akan mengikuti warna daun yang dimakannya. Hama daun tersebut setelah terlihat hendaknya langsung diambil untuk di musnahkan, agar tidak berkembang biak.
Untuk mencegah hama ulat menyerang, dapat diatasi dengan mengamati permukaan atas dan bawah daun, serta tangkai daun. Jika ada semacam bola kristal berukuran kecil (sebesar kepala jarum pentul) dan berwarna hijau, putih, coklat atau hitam menempel pada daun / tangkai daun, dapat dipastikan itu adalah telur ulat daun. Buanglah telur ulat tersebut dari daun tanaman. Telur tersebut diletakan oleh kupu-kupu yang merupakan induknya.
PENYAKIT Ada kalanya keladi yang ditanam, lambat laun menjadi layu, dan daunnya menguning, padahal penyiraman dan pemupukan telah dilakukan dengan baik.
Hal ini dapat terjadi jika tanaman tersebut terkena serangan jamur (fungi). Cara yang paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan memeriksa bagian bawah batang yang paling dekat dengan media tanam, atau mengeluarkan tanaman tersebut dari media tanamnya. Jamur tersebut membuat batang bagian bawah, dan umbi tanaman membusuk.
Biasanya hal ini dapat terjadi pada pola penyiraman yang terlalu basah, sehingga membuat media tanam menjadi becek, atau pemotongan yang terlalu tinggi pada tangkai daun yang telah layu.
Pada tanaman yang terkena penyakit ini, yang perlu dilakukan adalah membuang bagian tanaman yang membusuk serta menanamnya kembali di media baru.
Adapun untuk Media Tanam yang sudah menjadi sarang penyakit tersebut, apabila masih akan dipergunakan, harus disiram terlebih dahulu dengan larutan fungisida untuk membunuh peyakitnya.
Setelah itu media tanam tersebut dapat dipergunakan kembali.
Pemupukan
Untuk pemupukan, tanaman keladi sebaiknya diberi pasokan pupuk organik lengkap. Karena selain aman, juga dapat dipergunakan pada semua jenis keladi. Pupuk organik yang baik untuk keladi misalnya adalah pelet Crustaceae. Pelet diberikan sebulan sekali, dengan takaran 3~5 butir per-pot.
Note : Penyusun sendiri memilih hanya memakai humus dan kompos sebagai pemasok unsur hara (pupuk) bagi keladi, dengan ditambah campuran Cocopaid (Cacahan sabut kelapa). Hasil yang didapat dengan komposisi ini cukup baik, dan bahan-bahannya mudah didapat serta harganya relatif murah.