Media Tanam

 Tanaman Puring dapat tumbuh dengan baik di hampir semua kondisi tanah, asalkan bukan pada media kering seperti pasir dan batu. Karenanya Tanaman Hias ini dapat ditemui di hampir semua kawasan di indonesia. Walau demikian, lokasi penanaman di lahan yang memiliki tanah merah adalah yang terbaik untuk tanaman puring.


Pada penanaman puring di lahan terbuka, cukup menambahkan pupuk kandang (kompos) pada lubang galian sebelum puring di tanam. Tetapi untuk menanam puring di dalam wadah pot, diperlukan beberapa unsur media tambahan, agar unsur hara yang terkandung dalam pot tersebut tetap memenuhi kebutuhan tanaman untuk dapat hidup dengan baik.  
 
Media tanam yang dipergunakan oleh tiap orang untuk menanam Puring didalam pot sangat bervariatif. Dari yang hanya ditanam seadanya dengan menggunakan tanah, memakai satu atau dua jenis media yang dicampurkan, atau dengan mencampurkan beberapa jenis media sekaligus. Hal ini disesuaikan dengan kebiasaan dan pengetahuan pada masing-masing orang. 

 

Jenis media tanam yang umum dipakai adalah  Tanah Merah  Sekam Bakar  Pupuk Kandang. Jenis media tanam lain yang juga dapat dijadikan pelengkap adalah Serbuk kayu dan pasir kasar.   

Karena Tanaman Hias Puring ini termasuk tanaman yang 'bandel', maka tidaklah terlalu sulit untuk penyediaan media tanamnya.
Yang jelas, unsur tanah merah hendaknya selalu di jadikan bahan utama. Karena selain mudah didapat, tanah merah dapat mengokohkan tanaman.


Penyusun sendiri biasa memakai kombinasi tanah merah, sekam bakar dan kompos, dengan perbandingan 4:2:1. Penambahan media pasir kasar atau akar pakis terkadang dicampurkan juga dalam jumlah sedikit dengan maksud untuk memperoleh celah drainase sehingga media tetap gembur dan mudah menyerap air, serta media tidak mengeras pada saat musim panas.